Pentingnya peranan kader dalam setiap kegiatan posyandu terlihat jelas dalam pelaksanaan pelayanan lima meja. Pada pelayanan lima meja, di meja 1 kader melakukan pendaftaran; di meja 2 kader melakukan penimbangan balita; di meja 3 kader melakukan pencatatan hasil penimbangan balita dari meja 2; dan di meja 4 kader melakukan penyuluhan bersama dengan petugas kesehatan.
Kader posyandu juga memiliki tugas melakukan kunjungan rumah dengan didampingi oleh tenaga kesehatan atau tokoh masyarakat untuk mendata dan mencari tahu tentang sebab ketidakhadiran pengguna posyandu, melakukan pendataan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga miskin.
Kader posyandu memiliki tugas dan tanggungjawab yang berat. Ia menjadi duta puskesmas dalam mengelola dan melayani masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, menjadi kewajiban puskesmas untuk senantiasa melakukan pemberdayaan guna meningkatkan dan mengembangkan kapasitas kader posyandu.
Studi komparatif ini mengajak peserta untuk melihat program dan kegiatan pemberdayaan kader posyandu yang dilaksanakan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, peserta juga akan difasilitasi untuk merefleksikan temuan di lapangan, sekaligus menyusun rancangan aksi program dan kegiatan pemberdayaan kader posyandu di daerahnya.
Studi Komparatif Pemberdayaan Kader Posyandu dibuka oleh Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA --selaku fasilitator utama yang mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Bertempat di University Center Universitas Gadjah Mada, pembukaan diisi dengan pengantar dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam pembukaannya Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA menyampaikan bahwa kegiatan Studi Komparatif Pemberdayaan Kader Posyandu didesain selama dua hari penuh -- satu hari untuk kegiatan klasikal dan satu hari untuk kegiatan lapangan.
Dalam kegiatan klasikal selama satu hari pertama, peserta diajak untuk memetakan masalah dan mereview manajemen program-program yang berbasiskan masyarakat. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana membantu kemandirian program-program tersebut, sekaligus menterjemahkan strategi pemberdayaan dalam kegiatan yang operasional. Peserta secara langsung terlibat dalam workshop yang berupaya menginterpretasikan dan menginternalisasikan seluruh kegiatan yang pernah mereka lakukan. Hasil workshop ini menghasilkan rangkuman dari upaya menterjemahkan kembali Posyandu menurut versi peserta, teknik pengolaan Posyandu yang selama ini telah dilaksanaan, dan usulan mengenai teknik pengolaan Posyandu yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang.
Di hari kedua, peserta terjun langsung ke lapangan untuk melihat pelaksanaan kegiatan Posyandu di Puskesmas Pakem, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan berawal di Puskesmas Pakem, untuk melihat bagaimana bentuk pelayanan puskesmas. Di sini, peserta dipandu oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas menelusuri setiap fasilitas yang tersedia di Puskesmas Pakem.
Dari Puskesmas Pakem, peserta bergerak ke Posyandu. Kebetulan di Posyandu yang dikunjungi sedang dilaksanakan kegiatan Posyandu Balita dan Usila. Kedua kegiatan ini dipusatkan di satu rumah, yang dibedakan hanya ruang dan waktu pelaksanaan kegiatan. Peserta Studi Komparatif mendapat kesempatan langsung melihat senam usila, yang dipimpin oleh Ketua Kader Posyandu. Peserta Studi Komparatif terlihat antusias mengumpulkan segala informasi tentang pelaksanaan Posyandu di sini, dengan harapan bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam pelaksanaan Psoyandu di daerahnya.
Kegiatan Studi Komparatif ditutup dengan refleksi hasil kunjungan lapangan. Dr. Mubasysyir Hasanbasri mengajak peserta untuk menginterpretasikan hasil temuan lapangan dan mendiskusikan tentang bagaimana temuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengembangan kegiatan Posyandu di daerah peserta masing-masing. Refleksi ini juga dihadiri oleh Pembina Posyandu dari Puskesmas Pakem, untuk memberikan klarifikasi atas temuan-temuan peserta.
Sebelum mengakhiri kegiatan Studi Komparatif Pemberdayaan Kader Posyandu, peserta menyerahkan cinderamata kepada fasilitator kegiatan, Dr. Mubasysyir Hasanbasri. Dalam kata penutupnya, Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA menyampaikan supaya kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Dengan perumpamaan permainan sepakbola, Beliau mengatakan bahwa saat ini bola baru saja mulai ditendang sehingga perlu kerjasama yang berkelanjutan untuk mengiring bola masuk ke mulut gawang.
Setelah kegiatan Studi Komparatif Pemberdayaan Kader Posyandu secara resmi ditutup, peserta melanjutkan dengan rekreasi. Kebetulan lokasi Puskesmas dan Posyandu yang dikunjungi oleh peserta Studi Komparatif terletak di Kawasan Wisata Kaliurang, sehingga setelah kegiatan selesai dilaksanakan, peserta dapat menyempatkan diri untuk berekresi mengunjungi Daerah Agrowisata Salak Pondoh dan Gardu Pandang Kaliurang. Peserta pun tak lupa menyempatkan diri mengunjungi pusat oleh-oleh dan cinderamata Mirota Batik, sekedar mencari buah tangan untuk orang-orang istimewa yang menanti di Kutai Kartanegara.
Peserta Studi Komparatif Pemberdayaan Kader Posyandu
1. Budi Surya: Total E&P Indonesia
2. Eko Susetyo Kuspradiyanto: Total E&P Indonesia
3. Hj. Fitri Yani: Staf Puskesmas Sanga Sanga
4. Ida Nuraida: Pimpinan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
5. Sakka: Staf Puskesmas Sungai Meriam
6. Linda Amaliana: Staf Puskesmas Muara Jawa
7. Murni: Staf Puskesmas Samboja
8. Nurdiana: Staf Puskesmas Handil Baru
9. Nurjanah: Staf Puskesmas Badak Baru
10. Sahat Mangasi: Kepala Bidang Manajemen Kesehatan
11. Sri Purwanti: Staf Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
12. Suyanto: Kepala Bidang SDM
13. Bety Mure: Staf Puskesmas Muara Badak