Pelayanan

Perbaikan Gizi

Hasil Pemantauan status gizi pada balita di Kabupaten Sleman.

Tahun 2010
Dari sejumlah 58857 balita yang dipantau menurut indikator berat badan/umur, terdapat status gizi buruk 0,66%, Gizi kurang 9,53%, Gizi baik 86,58%, Gizi Lebih 3,23%

Tahun 2011
Dari sejumlah 62.009 balita yang dipantau menurut indikator berat badan/umur, terdapat status gizi buruk 0,50%, Gizi kurang 8,27%, Gizi baik 88,52%, Gizi Lebih 2,72%

Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan

Data UKBM periode 2010 s/d 2011:
  • Kader Aktif 7.744 (2010) meningkat menjadi 8.033 (2011).
  • Posyandu Balita 1.504 (2010) meningkat menjadi 1.511 (2011).
  • Posyandu Usila 689 (2010) menurun menjadi 658 (2011).
  • Desa Siaga aktif 17 desa (2010) meningkat menjadi 41 desa (2011). 

Penyehatan Lingkungan

Tahun 2012, Jumlah KK yang menggunakan jamban 217.616 KK, dari 305.543 KK yang ada di wilayah Sleman ( 71,22%). Target nasional dan target DIY sebesar 67% pada tahun 2011.

Penanggulangan Penyakit

Kasus Penyakit DBD di Kabupaten Sleman :
Tahun 2010 ada 603 kasus 3 orang diantaranya meninggal
Tahun 2011 ada 166 kasus tidak ada yang meninggal
Tahun 2012 sampai dengan bulan Juni ada 82 kasus, tidak ada yang meninggal

Kasus Penyakit Leptospirosis di Kabupaten Sleman
Tahun 2010 ada 64 kasus, dengan 3 orang meninggal
Tahun 2011  ada 68 kasus, dengan 3 orang meninggal
Tahun 2012 sampai dengan bulan Juni  ada 4 kasus, dengan 1 orang meninggal


Screening penyakit Kecacingan pada anak sekolah di Kabupaten Sleman yang dilakukan oleh Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan dari tahun ke tahun diketahui prosentase kasus kecacingan adalah sebagai berikut :
Th.2007 : 4,17% (sampel 360 siswa)
Th.2008 : 9,14% (sampel 372 siswa)
Th.2009 : 16,0% (sampel 375 siswa)
Th.2011 : 6,88% (sampel 1614 siswa)
Sebagai tindaklanjut hasil tersebut Dinkes melalui UPT Puskesmas melakukan promosi kesehatan terutama budaya PHBS Cuci Tangan Dengan Sabun, disamping memberikan pengobatan dengan obat cacing kepada sasaran

Kesehatan Ibu dan Anak

Cakupan Program Kesehatan Ibu dan Anak Kabupaten Sleman tahun 2011 adalah sebagai berikut
  • Kunjungan Ibu Hamil K1 cakupan absolut 13.218 tercapai 100%.
  • Kunjungan Ibu Hamil K4 cakupan absolut 11.637 tercapai 88,04%.
  • Persalinan tenaga kesehatan absolut 12.177 tercapai 99,61%.
  • Kunjung neonatus 1 absolut 12.177 tercapai 99,05%.
  • Kunjungan neonatus L absolut 9.786 tercapai 80%.
  • Kunjungan bayi absolut 11.044 tercapai 90,28%.

Kesehatan Usia Lanjut

Di Kabupaten Sleman Umur Harapan Hidup (UHH) rata-rata dari penduduknya tertinggi di Indonesia. Menurut BPS 2010 UHH penduduk di Kabupaten Sleman mencapai 75,1 tahun, sedangkan UHH di tingkat Provinsi DIY adalah 73,2 tahun. Adapun jumlah penduduk pra usia lanjut (45-59 tahun) sejumlah 53.146 jiwa dan penduduk lansia (>60 tahun) ada 55.967 jiwa, dari total penduduk 1.090.567 jiwa. Jumlah penduduk lansia yang banyak ini perlu perhatian serius di bidang kesehatan agar tidak menjadi beban dengan program promotif preventif.
Sejalan dengan problematika tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah mengembangkan Puskesmas Santun Usia Lanjut di 9 Puskesmas yaitu : Puskesmas Sleman, Mlati 1, Seyegan, Ngaglik 1, Depok 1, Prambanan, Pakem, Mlati 2 serta Tempel 1, namun demikian selain 9 Puskesmas tersebut semua Puskesmas  lainnya di Kabupaten Sleman telah melakukan Program Kesehatan Usia lanjut.  Selain pelayanan klinik, Puskesmas telah  membina Pos Yandu Lansia dengan kegiatan promotif preventif diantaranya senam lansia, peningkatan gizi dan penyuluhan-penyuluhan PHBS.
Data 2011 jumlah kelompok lansia ini ada 869 buah dengan jumlah kader aktif 3536 orang.Hasil penjaringan di Pos Yandu Lansia prosentase tertinggi didapatkan kasus Hipertensi sebanyak 39,65%, Diabetes Melitus 5,29%, gangguan Mental 2,96%, Anemia 1,98%, Gagal Ginjal 0,14% serta Penyakit lain 24,11, sedangkan untuk penilaian status gizi didapatkan Indeks Massa Tubuh ( IMT) Lebih sebesar 16,37% dan IMT Kurang 9,46%.